
MUARAGEMBONG | Anker.web.id
Proyek revitalisasi satuan pendidikan SDN Pantai Harapan Jaya 02 di Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan publik. Program bantuan pemerintah yang seharusnya meningkatkan kualitas sarana pendidikan dasar justru diduga dikerjakan asal-asalan, menggunakan material bekas, dan minim pengawasan dari instansi terkait.
Dari penelusuran tim media di lapangan, sejumlah bagian bangunan tampak tidak sesuai dengan standar proyek pemerintah. Padahal anggarannya besar sekali, yakni Rp.284.832.207. Fakta itu menimbulkan dugaan kuat bahwa pelaksanaan proyek ini tidak maksimal dan berpotensi mengandung praktik korupsi anggaran.
Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proyek ini sepertinya dikerjakan secara asal-asalan. “Bahan-bahannya banyak yang bekas. Kami curiga, jangan-jangan ada permainan antara pelaksana dan oknum di sekolah ini,” ucapnya. (12/10/2025).
Sementara itu, upaya media untuk meminta keterangan resmi dari pihak sekolah tidak membuahkan hasil. Kepala sekolah sulit ditemui, dan komite sekolah menolak berkomentar, bahkan terkesan menutup-nutupi informasi. Hal ini menambah kuat dugaan bahwa ada yang disembunyikan dari publik terkait penggunaan dana revitalisasi tersebut.
Padahal, proyek revitalisasi sekolah dasar merupakan bagian dari program pemerintah pusat untuk memperbaiki fasilitas pendidikan agar layak dan aman bagi siswa. Namun jika pelaksanaannya justru diselewengkan, hal itu dapat berdampak serius terhadap keselamatan siswa dan kredibilitas pengelolaan dana publik.
Masyarakat mendesak agar aparat penegak hukum, seperti Kejaksaan dan Kepolisian, serta Inspektorat, segera turun tangan memeriksa penggunaan dana proyek ini, termasuk menelusuri pihak kontraktor pelaksana yang diduga bermain mata dengan oknum di lapangan.
“Jangan sampai uang negara ratusan juta rupiah habis tanpa hasil yang layak. Kami tidak butuh proyek asal jadi, kami butuh bangunan sekolah yang kuat dan bermanfaat untuk anak-anak kami,” pungkas salah satu tokoh masyarakat dengan nada geram.
Tim Jurnalistik akan terus berupaya mengonfirmasi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi dan kontraktor pelaksana terkait dugaan penyimpangan proyek revitalisasi SDN Pantai Harapan Jaya 02 ini. (Red)







