- Advertisement -spot_img
Selasa, Juli 28, 2026
BerandaNewsPilkades Jayabakti Diduga Disandera Kepentingan: Aparatur Desa dan Panitia Jadi Aktor Kunci...

Pilkades Jayabakti Diduga Disandera Kepentingan: Aparatur Desa dan Panitia Jadi Aktor Kunci Pemenangan

- Advertisement -spot_img

BEKASI – Aroma ketidaknetralan dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Jayabakti kian menyengat. Sejumlah oknum aparatur desa, mulai dari perangkat desa, RT, kepala dusun hingga panitia Pilkades, kini menjadi sorotan publik setelah diduga terang-terangan menunjukkan keberpihakan kepada salah satu calon kepala desa.

Dugaan ini bukan sekadar isu liar. Informasi yang dihimpun dari warga menyebutkan adanya indikasi kuat keberpihakan yang ditunjukkan melalui sikap, tindakan, bahkan aktivitas di ruang publik. Salah satu yang mencolok adalah unggahan status WhatsApp yang diduga berisi dukungan terhadap kandidat tertentu oleh oknum Kasi Pemerintahan Hasyim Aryamin serta Kepala Dusun 3 Maat Sulanjana. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk pelanggaran etika dan mencederai prinsip netralitas aparatur.

Baca Juga  MPLS Ramah SMP Negeri 18 Kota Serang Dimulai, Wujudkan Sekolah Aman, Humanis, dan Berkarakter

Lebih jauh, keterlibatan oknum panitia Pilkades berinisial R juga turut disorot. Panitia yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas dan keadilan justru diduga ikut bermain dalam pusaran kepentingan. Jika benar, kondisi ini bukan hanya mencoreng proses demokrasi desa, tetapi juga membuka ruang terjadinya manipulasi tahapan Pilkades.

Sikap aparatur desa yang seharusnya berdiri di atas semua golongan kini dipertanyakan. Netralitas yang menjadi harga mati dalam setiap proses demokrasi justru tampak rapuh. Dugaan penyalahgunaan kewenangan ini dinilai berpotensi merugikan kandidat lain serta menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemilihan yang seharusnya jujur dan adil.

Baca Juga  ANKER tantang nyali Plt. Bupati Bekasi Segera Copot Kadisdik, Dugaan Pungli Rp. 300 Ribu persiswa dalam Verifikasi SPMB Jadi Sorotan

Masyarakat pun angkat suara. Mereka mendesak pihak berwenang untuk tidak tutup mata dan segera melakukan pemeriksaan menyeluruh serta klarifikasi secara transparan. Pembiaran terhadap dugaan pelanggaran ini hanya akan menjadi preseden buruk dan memperkuat anggapan bahwa demokrasi desa bisa dikendalikan oleh kepentingan tertentu.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak yang terlibat dalam Pilkades Jayabakti. Netralitas bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi utama demokrasi. Warga berharap proses Pilkades tetap berjalan bersih, jujur, dan benar-benar mencerminkan kehendak rakyat—bukan hasil dari permainan kekuasaan di balik layar. (Red)

Baca Juga  Papan Proyek Diduga Disembunyikan, DPD IWO Indonesia Kota Serang Soroti Mutu Pekerjaan SPAM Rp6,8 Miliar
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Ikuti Kami
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img
Artikel Pilihan
- Advertisement -spot_img